Kurs Rupiah Pagi Ini Melemah ke Level 14.225 per Dolar AS

June 11, 2019

News, Jakarta - Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan hari ini seiring dengan menguatnya dolar AS akibat perang dagang antara Meksiko dan Negeri Abang Sam yang berhasil dihindari dan tertekannya beberapa mata uang mayor.

 Menjelang Libur Lebaran, IHSG dan Rupiah Menguat Tajam

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan hari ini pukul 08.30 WIB, rupiah bergerak terdepresiasi 0,04 persen atau 5 poin menjadi Rp 14.255 per dolar AS. Adapun, pada pembukaan perdagangan rupiah masih melanjutkan penguatan dari penutupan perdagangan sebelumnya dengan dibuka terapresiasi tipis 0,04 persen menjadi Rp 14.240 per dolar AS.

Kepala Strategi FX di Westpac Banking Corp New York Richard Franulovich mengatakan bahwa dolar AS berhasil berbalik menguat setelah pada pekan lalu melemah di tengah kekhawatiran pasar bahwa sengketa perdagangan akan merugikan ekonomi global. Data pekerjaan AS yang dirilis pada pekan lalu juga lebih rendah daripada perkiraan pasar sehingga memenuhi harapan bahwa Federal Reserve akan memotong suku bunga AS.

"Berita bahwa tarif di Meksiko sekarang akan dicegah adalah alasan utama dolar AS melambung," ujar Richard seperti dikutip dari Reuters, Selasa, 11 Juni 2019.

Seperti diketahui, Meksiko pada Jumat pekan lalu setuju untuk memperluas program asylum dengan cepat dan mengerahkan pasukan keamanan untuk membendung arus imigran Amerika Tengah ke perbatasan AS.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor 5 persen untuk semua barang Meksiko yang seharusnya mulai diberlakukan pada 10 Juni. Hal ini dilakukan jika Meksiko tidak berkomitmen untuk berbuat lebih banyak untuk memperketat perbatasannya.

Selain itu, penguatan dolar AS juga didukung oleh euro yang bergerak melemah akibat Bank Sentral Euro yang terbuka untuk memangkas suku bunga acuan seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Eropa yang melambat.

 Rupiah Menguat ke 14.402 per USD, BI: Terima Kasih pada Eksportir

Pasangan EUR/USD bergerak melemah 0,01 persen menjadi US$ 1,1311 per euro. Sementara indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan beberapa mata uang mayor lainnya bergerak menguat 0,07 persen menjadi 96,826.

BISNIS

Topics:

Related Articles