Pasar Obligasi Berpeluang Menguat, Beli dengan Volume Terbatas

June 11, 2019

News, JAKARTA -- Pagi ini, Selasa (11/6/2019), pasar obligasi diperkirakan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas.

Direktur Riset Pilarmas Investindo Sejuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, sentimen pagi ini akan diawali dari Presiden Trump, yang akan mengancam untuk menaikkan tarif pada China “lagi”
apabila Xi Jinping tidak bertemu dengannya pada KTT G20 di Jepang.

Trump mengatakan, dapat mengenakan tarif sebesar 25% atau jauh lebih tinggi dari 25% pada barang barang china senilai US$300 miliar dan berpotensi untuk naik hingga US$600 miliar. 

Namun lagi-lagi, setelah menggunakan ancaman, Trump memberikan pujian dan sindiran kepada Xi Jinping. 

Trump juga menyarankan bahwa kesepakatan perdagangan bisa melibatkan Huawei. Trump telah menyebutkan  untuk memblokir Perusahaan Huawei dari jaringan 5G dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional. 

Sementara itu, China menyampaikan sedari awal menginginkan perjanjian yang adil dan setara. China tidak takut, dan rakyat China juga tidak takut.

Sementara itu, Bank Sentral Indonesia akan terus mengkalibrasi kebijakannya untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. 

Dalam hal suku bunga, manajemen likuiditas, kebijakan makro prudensial atau pendalaman pasar keuangan menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia terjaga dengan baik. Namun, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi global. 

Menurutnya, kenaikan rating S&P memang membuat capital inflow bertambah seiring dengan daya tahan Indonesia yang menguat di tengah situasi dan kondisi global yang tidak menentu. 

Konsistensi Indonesia dalam menjaga beberapa indikator penting ekonominya juga harus diperhatikan.

"Kami merekomendasikan beli hari ini dalam volume terbatas," jelasnya melalui riset, Selasa (11/6/2019).
 


Related Articles